Header Ads

LKJ 2019, Yunanto: Jurnalis, Belajar Sampai Akhir Hayat



KSKINDONESIA.NET, MALANG - Jurnalis adalah penjaga gawang aspirasi publik. Ia wajib mampu turut serta mencerdaskan khalayak komunikan medianya. Tentu, lewat karya-karya jurnalistiknya.

"Jurnalis harus terus-menerus mendidik dirinya sendiri. Terus belajar berbagai hal. Proses belajar itu baru berhenti setelah mendapat gelar tertinggi, almarhum atau almarhumah, dari Tuhan yang Mahakuasa," kata wartawan senior, Yunanto.

Hal tersebut disampaikan mantan wartawan Harian Sore "Surabaya Post" (1982-2002) itu di Hotel Gajahmada, Kota Malang, Rabu (27/3/19) malam lalu.

Saat itu digelar acara pengumuman pemenang Lomba Karya Jurnalistik (LKJ) 2019, serta keterangan pers menjelang wisuda akbar dan Dies Natalis ke-32 IKIP Budi Utomo (IBU) Malang. LKJ tersebut digelar IBU bekerja sama dengan insan pers Malang Raya.

Yunanto sebagai anggota dewan juri LKJ tersebut menandaskan, wartawan tidak boleh berhenti belajar. Terus menambah pengetahuan dan meningkatkan kualitas karya jurnalistiknya.

Salah satu metode meningkatkan pengetahuan dan kualitas karya jurnalistik adalah mengikuti pendidikan dan pelatihan (diklat) jurnalistik. Lantaran itu Yunanto mengimbau organisasi-organisasi profesi yang mewadahi jurnalis, seharusnya aktif menggelar diklat jurnalistik.

Sebelumnya, Rektor IBU, Dr. H. Nurcholis Sunuyeko, MSi dalam sambutannya mengapresiasi tinggi insan pers di Malang Raya. Sehingga LKJ 2019 dapat berjalan dengan baik dan lancar.

“Kami mengadakan kegiatan seperti ini sebagai bentuk apresiasi bagi para jurnalis, khususnya di Malang Raya,” kata Doktor Nurcholis.

Karya jurnalistik terbaik dinilai oleh enam orang dewan juri. Semuanya wartawan senior. Mereka adalah Aries Sugiono, Suyitno, Amin Tohari, Edi Cahyono, Yunanto, dan Ahmad Rizal.



Tercatat ada 76 naskah karya jurnalistik yang dilombakan dalam tiga kategori. Media televisi, cetak dan online.

Jumlah tersebut tergolong banyak, namun hal itu hanya mencerminkan secara kuantitas. Sedang secara kualitas, menurut Yunanto, karya jurnalis insan pers di Malang Raya masih membutuhkan perhatian serius.

“Dari segi kuantitas banyak naskah yang masuk, tapi dari segi kualitas perlu perhatian serius dari pengurus organisasi profesi wartawan,” tambah wartawan senior yang berdomisili di Pakisaji itu.

Juara 1, 2, 3 masing-masing kategori selain mendapat hadiah uang tunai juga kuliah gratis S1 dan S2 di IBU.

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.