Header Ads

Satu Nusa Satu Bangsa Untuk Papua Damai


Semua elemen hadir dalam acara Satu Nusa Satu Bangsa untuk Papua Damai

Kibay, kskindonesia.net - Satgas Pamtas Yonif 713/ST menyelenggarakan acara Satu Nusa Satu Bangsa untuk Papua Damai yang bertempat di Balai desa Kibay Distrik Arso Timur Kabupaten Keerom Provinsi Papua yang dihadiri oleh masyarakat Kibay dan sekitarnya dengan jumlah hadir lebih kurang 600 orang, Selasa (24/9) siang.

Acara ini dilaksanakan dalam rangka mempersatukan semua elemen masyarakat supaya tidak terpropokasi dengan isu-isu yang ada terkait dinamika yang terjadi di Papua belakangan ini. Acara diawali dengan penerimaan secara adat bapak Wakil Bupati Keerom Piter Gusbager,S.Hut. MUP dan Dansatgas Pamtas Yonif 713/ST dengan diiringi tari tarian adat Kibay. 



Hadir dalam kegiatan ini Piter Gusbager, S.Hut, MUP (Wakil Bupati Keerom) dan juga sebagai Ketua PMI Kab. Kerom, Mayor Inf Dony Gredinand (Dansatgas Yonif 713/ST ), Kapten Inf Simon Fredy Pasaribu (Wadan Satgas Pamtas Yonif 713/ST), Bapak David Aragae ( Kepala Distrik Arso Timur ), Iptu Amir Mahmud ( Kapolsek Distrik Arso Timur ), Lettu Inf J. Al Rasyid ( Danramil 1701-04/Arso ), Bapak Karel F Mambay ( Kepala Depag Kab. Keerom ), Pendeta Karel Sopemena, ST. H ( Ketua FKUB Kab. Keerom ), Bapak Ir. Parulian Martua Simarmata ( Manager PT. Rajawali ), Rekan-rekan Wartawan MNC TV, Papua To Day dan Kabar Papua, Para Danki Satgas Yonif 713/ST, Para Pasi Satgas Yonif 713/ST, Iptu Amir Mahmud ( Kapolsek Ujung Katang ), Bapak Frengky Kuntuy ( Tokoh Masyarakat Kibay ), Bapak Abdul Halik,S.IP, MM (Kepala bagian Humas dan Protokoler Sekretariat Daerah Distrik Arso Timur).


Wakil Bupati Piter Gusbager, S.Hut, MUP dalam sambutannya menyampaikan Kibay ini adalah salah satu kampung paling pinggir salah satu kampung yang letaknya berada digaris batas yang ada dikabupaten Keerom ini, saya merasa bangga dan sangat terhormat turut diundang oleh Satgas Pamtas Yonif 713/Satya Tama sebagai penyelenggara kegiatan ini dan saya bisa hadir langsung dikampung Kibay ini dalam acara Satu Nusa Satu Bangsa untuk Papua damai, kita ini Nusantara, kita semua Indonesia. Rambut kita boleh beda ada yang kriting, lurus, kulit kita boleh beda putih, hitam tetapi kita satu nusa, satu bangsa yaitu Indonesia. 


Jangan mudah terprovokasi, jangan lagi ikut ikutan membuat kerusuhan, tapi jadilah pembawa damai disaat terjadi pertikaian, semua agama mengajarkan kita untuk cinta sesama, untuk saling mengasihi sesama ciptaan Tuhan. Mari kita jadikan Kampung Kibay ini Kabupaten Keerom ini sebagai Surga kecil. 

Tambahnya lagi mari kita orang Papua membangun Sumber Daya Manusia untuk itu tidak ada lagi pungutan liar disekolah, tidak ada lagi guru-guru yang malas masuk mengajar. Tidak ada lagi pemuda pemudi yang mengisap ganja karena kampung Kibay ini pintu masuk dari Negara sebelah, banyak ganja yang beredar, ini sangat berbahaya dan merusak generasi muda, jangan ada masyarakat yang jual-jual ganja, manusia ini akan habis kalau masyarakat masih mengunakan ganja, ganja ini tidak bisa datang sendiri tapi manusia yang bawa.


Selaku Wakil Bupati saya juga berjanji kedepannya untuk memperhatikan pembangunan jalan rencana Tahun 2020 sudah selesai, dan Tahun 2020 juga akan lagi ada pemekaran dua Kampung dan Pemekaran Distrik baru yaitu Distrik Bewan. Kalau ada masyarakat yang masih ada di PNG ajak mereka pulang untuk kita sama-sama membangun Kabupaten Keerom ini. karena Papua ini adalah bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia.


Dansatgas Pamtas Yonif 713/ST Mayor Inf Dony Gredinand,S.H., M.Tr.Han., M.I.Pol pada kesempatan ini juga menyampaikan kita bisa melihat situasi saat ini untuk itu kita perlu mempererat silahturahmi satu nusa satu bangsa untuk indonesia, saling bantu membantu, tolong menolong sehingga tercipta keharmonisan dan kerukunan antar umat beragama. Kehadiran kami disini untuk menjaga keamanan bangsa dan negara serta masyarakat. Kami mengajak seluruh masyarakat Papua untuk kita sama sama meningkatkan Sumber Daya Manusia karena majunya suatu Negara tergantung dari sumber daya manusiannya, oleh karena itu dengan kedamaian kita bisa membangun Sumber Daya Manusia dengan demikian pembangunan akan berjalan dengan baik dan lancar. (Penrem172)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.