Header Ads

Serda Mikha : Wawasan Kebangsaan dan Radikalisme di Era Millenial

Serda Mikha memberikan materi wasbang pada siswa-siswi SMK Widya Wisata Sragen


Sragen, kskindonesia.net - Babinsa Sine Serda Mikha memberikan materi wasbang dilanjutkan sosialisasi Lomba Karya Tulis dalam rangka memperingati HUT TNI ke 74 bertempat di SMK Widya Wisata Sragen, Jumat ( 06/09/19 ). 

“Tujuan pemberian Materi Wasbang untuk memperkokoh nilai-nilai Kebangsaan yang ditanamkan semenjak dini kepada generasi muda Indonesia, karena mereka merupakan calon pemimpin masa depan di Negara Kesatuan Republik Indonesia,” terang Mikha.

“Maka dari itu diperlukan suatu pembekalan kepada para generasi muda khususnya para siswa siswi sehingga di masa depan ilmu yang didapatkannya dapat dipergunakan untuk membangun Bangsa ini dari segala aspek,” jelasnya.



Ia menambahkan Dewasa ini kita sudah merumuskan bahwa Pancasila merupakan ideologi negara yang tepat dan cocok untuk Indonesia, yang merupakan kesepakatan yang sudah di setujui pada tahun 1945. Negara Indonesia dibangun bukan sebagai negara agama dan bukan negara sekuler, melainkan negara berketuhanan yang kemudian disebut sebagai negara Pancasila. 

Sehingga di dalam keberbedaan tetap harus bersama dalam suatu sistem yang disepakati bersama maka di kelola secara demokrasi, dimana semua orang diberi kebebasan, bebas merdeka apapun agamanya (liberty); setiap orang diperlakukan sama (equality), mendapatkan keadilan yang sama dan yang paling penting adalah harusnya dijaga persaudaraan (fraternity).

“Pancasila juga merupakan resultante atas semua pikiran yang sangat berprismatika, Pancasila digunakan sebagai pemersatu dalam Indonesia yang memiliki pluralism yang masif, bukan sekedar konsep saja. Dimana Pancasila sudah di uji keberlangsungannya, dimana pada awal kemerdekaan terdapat banyak golongan yang menentang Pancasila melalui pemberontakan namun Pancasila pada akhirnya akan selalu menang dimana rakyat menolak perubahan ideologi dari Pancasila,“ pungkasnya. (Pendim Sragen)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.